AMARAH DAN KEBENCIAN SAMA SAJA SEBUAH HUKUMAN UNTUK DIRIMU
iklan
Seorang manusia wajib punya emosi,tapi akan dibawa kemana emosi tersebut itu terserah padanya.Membenci hanya akan melukai hati sendiri.Pikiran dan perbuatan terfokus pada apa yang dibenci.Ruang gerak kita terbatasi dan hampir sebagian pikiran kita akan mengingat kebencian tersebut.
Oleh karena itu,membenci sangat menguras pikiran.
Pikiran yang terkuras akan menyebabkan kita cepat lelah,malas.Ini bisa jadi cara kita menyikapi kebencian dalam hati kita:
1.Orang yang menyimpan kebencian adalah orang yang merugi
Tapi pernahkah kita berfikir.Apakah orang yang kita benci juga memikirkan kita.Jangan-jangan dia sama sekali tidak peduli.Jika begitu,sama saja kita merugi.

Sebagai manusia yang hidup sebagai mahkluk sosial tentu kita tidak akan dapat hidup sendiri.Kita akan selalu membutuhkan orang lain.Amarah bisa membuat kita dipandang rendah oleh orang lain.Walaupun banyak manusia yang sengaja menunjukkan amrahnya suoaya disegani atau dihargai.Tetapi saya sakin itu hanya berlaku sesaat saja.Selebihnya kita akan diremehkan.Orang lain tidak suka melihat yang lainnya mengumbar kemarahan.Karena pada dasarnya,
"Orang yang sedang marah membuat orang yang disekitarnya harus menahan diri untuk tidak ikut tersulut emosinya,dan bahkan harus merendahkan dirinya".
Tentu itu bukan hal yang menyenangkan untuk orang-orang tersebut.KIta akan jadi pribadi yang dikucilkan.
2.Sadari bahwa kita juga manusia sangat bisa berbuat salah

Lebih baik kita membuang rasa benci.Hiduplah dengan pikiran-pikiran yang positif..
Saling ketidak cocokan antara satu sama lain memang akan selalu ada.Tetapi semua dapat dikurangi dengan sikap yang menyadari kekurangan sendiri.Karena kita hanyalah manusia tempat salah dan dosa.Semua orang punya takaran perbuatan baik atau buruk berdasar pengalaman hidup masing-masing.
"Bahkan,yang kamu anggap benar belum tentu benar untuk orang lain".
3.Fokuslah pada diri kita sendiri
Lalu bagaimana bila orang lain itu menyakiti kita??.
Bukankah kita punya Tuhan.Bukan hak kita menghakimi mahkluk ciptaanNya selain Tuhan sendiri.
Pasrahkan semua pada Sang Pencipta.Baik atau buruk perilaku kita semua akan ada balasannya.Tugas kita hanya berbuat baik pada sesama.Bila memang dihati kita sangat tidak bisa memaafkan.lebih baik kita menghindar dan berhenti memikirkan perbuatannya.
Fokus pada diri kita dan hidup kita.Karena baik buruk perilaku kita,maka kita yang akan dapat balasannya.Walaupun orang lain menyakiti kits lebih dulu,lalu kita membalas maka yakinlah kita juga akan dapat balasan dari yang kuasa atas perbuatanan teman kitan dan perbuatan kita sendiri.
Kita harus mengerti bahwa setiap manusia membawa sifat masing-masing.Seperti sifat kita yang kita anggap benar,belum tentu orang lain anggap benar atau memaklumi.
Jadi,lebih enak fokus pada diri sendiri.Apakah sikap dan perbuatan kita sudah baik pada orang lain.Selalu evaluasi diri dan berserah diri pada Yang Kuasa.
Jangan sampai oarang lain memanfaatkan kelemahan kita satu ini,karena dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam dunia kerja.Seseorang bisa memanfaatkan apapun dari kita untuk mencapai tujuannya.
So,kenali dan kendalikan diri kita.

Komentar
Posting Komentar